Rabu, 27 Januari 2010

DO'A ABABIL

Persembahan untuk Kemenangan Palestina


Tuhanku,

dalam segala pilu

telah lama menancap sepotong sembilu

di sudut hatiku

Ngilu,

mendengar tangis anak-anak Palestina

yang belum mengerti perang

Mengerang,

jerit luka mereka lantang

menusuk gendang telinga hatiku

hampir saja koyak.

Mereka,

kehilangan orangtua

di tanah sepi yang kehilangan para lelaki.

Perempuan-perempuan ditawan

dalam jeruji tak berbesi

yang menyibak bau anyir darah-darah

mengalir dari kepala-kepala buntung

di halaman rumah-rumah mereka

tak lagi berbentuk.

Aku mengira ini kiamat, Tuhan!

Namun alamat keadilan belum Kau sematkan

pada Zionis bengis jelmaan syetan

yang berani mengusir penduduk Palestina

dari negerinya sendiri.


Tuhanku,

Aku tahu wajahMu masih menatap

di kota Palestina yang telah terbakar
dan firmanMu masih membentang

di atas jutaan mayat yang menghampari

perut bumi.

Mereka Syuhada,

dalam selimut firmanMu

dan dalam derita yang panjang

abad-abad.

Nanti,

bila mesiu kembali membakar

bumi Sulaiman dan bumi para Nabi-NabiMu ini

maka, sempurnalah sudah warna dosa mereka
Tuhanku,
perkenankan tentara Ababilmu

untuk mencabut sembilu di hatiku

yang kian lama

rasanya

makin

membuatku

kaku.

Januari, 2009

Selasa, 03 November 2009

AMARAH MUSIM

Seperti Firman Tuhan
Dalam mimpi raja Qithfir
Melihat tujuh ekor sapi betina
yang gemuk-gemuk
Dimakan oleh tujuh ekor sapi betina
yang kurus-kurus
Dan tujuh bulir gandum
yang hijau
Dan tujuh bulir lainnya
yang kering
Telah menjadi kisah Yusuf
Menenangkan amarah musim.


Qin Mahdy, Juni 2009

MEMBUNUH ZAMAN

Aku, 
Ingin membunuh zaman
Agar tak lekas melaju
Pada tujuan angan.

Karena,
Anak-anak negeri banyak tak pandai
Mengemudi kapal
Di arus sintal.
Arus yang telah menenggelamkan
Sejarah panjang kerajaan Pasai.

Memang,
Kita tak seperti orang-orang pantai
Cekatan memburu ombak
Kadang membangun Istana
Di kedalaman kerang mutiara.

Sekarang,
Tak usahlah berbalik arah
Di musim yang tak juga membaik
Elok kita berhenti di sini
Pada angin-angin ribut
Pada siang-siang gelombang
Pada malam-malam darah.

Pada permulaan musim
Perbanyaklah membaca peta
Agar kita tak tersesat
Menebak semua arah
Arah yang kan melaju
Lepas
Entah kemana.


Qin Mahdy, Mei 2009