Sajak ini telah lama
Kugoreskan pada lembar-lembar
Kelopak mawar berduri
Kini dihinggapi seekor lalat
Menjadi gulungan sajakku punah
Oleh kepompong nakal
Yang bermimpi jadi kupu-kupu cantik
Pada sari bunga beracun
Yang telah dicemari oleh sabda palsu
Nabi-nabi baru yang mencoba turun
Dari pertapaan singkat
Membawa firman seekor kambing betina
Bernama Samiri.
Qin Mahdy, Mei 2009
Selasa, 03 November 2009
Minggu, 01 November 2009
MENAKAR KATA
Aku sering menjemur kata
Pada punggung benang-benang
Putih yang tak lagi tampak
Oleh mata telanjang.
Kadang aku hanya mengira
Pada bagian mana ia akan tersangkut
Namun, tak jarang kataku banyak yang jatuh
Ke dalam limbah hangat
Mulut-mulut pendusta.
Qin Mahdy, 2 November 2009
Pada punggung benang-benang
Putih yang tak lagi tampak
Oleh mata telanjang.
Kadang aku hanya mengira
Pada bagian mana ia akan tersangkut
Namun, tak jarang kataku banyak yang jatuh
Ke dalam limbah hangat
Mulut-mulut pendusta.
Qin Mahdy, 2 November 2009
GADIS EMBUN
Sehelai kelopak mawar
Kutemukan terkapar
Diantara sisa-sisa pembakaran
Sampah-sampah dosa
Yang membusuk.
Pada sisinya,
Ku lihat setetes embun
Tak menangis,
Justru tersenyum melihat senyumku.
Qin Mahdy, 2 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
